Cara Menyusun Cerpen

Bagi pengunjung yang membutuhkan pengayaan referensi perihal Cara Menyusun Cerita pendek (Cerpen) berikut ini kami akan membuatkan tata cara menyusun Cerita Pendek (Cerpen) yang mungkin mampu dipergunakan untuk menambah wawasan.



KATA  PENGANTAR  
BAB 1 PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
  2. Rumusan masalahan
  3. Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
  1. Pengertian cerpen
  2. Ciri-ciri cerpen
  3. Cara menulis cerpen
  4. Contoh cerpen

BAB III PENUTUP
  1. Simpulan
  2. Saran

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua sehingga makalah  ini dapat terselesaikan. Penyusunan makalah  ini di dasari pada tinjauan pustaka  mengenai pengertian cerpen, ciri-ciri cerpen, unsur  intrinsik serta ekstrinsik cerpen, menentukan hal-hal menarik dalam suatu cerpen, dan membandingkan dengan realitas dalam kehidupan. Makalah  ini disusun dalam rangka untuk menyelesaikan tugas bahasa Indonesia. Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Kami  sangat menyadari bahwa makalah ini masih memerlukan penyempurnaan. Oleh Karena itu, kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi pembaca.

Penyusun

Kurniawan Dwi Junianto

BAB I
PENDAHULUAN
1.        Latar Belakang
Cerpen termasuk salah satu jenis karangan narasi, narasi merupakan karangan berupa rangkaian peristiwa yang terjadi dalam satu kesatuan waktu. Selain cerpen, karangan yang tergolong kedalam jenis narasi adalah novel, roman, dan semua karya prosa imajinatif.
Karangan jenis ini bermaksud menyajikan peristiwa atau mengisahkan apa yang telah terjadi dan bagaimana suatu peristiwa terjadi.
Selain berdasarkan fakta, kejadiannya boleh berupa sesuatu yang dikhayalkan oleh penulis dan dihidupkan dalam alam fantasi yang sama sekalijauh dari realita kehidupan.
2.        Rumusan Masalah :
Dalam makalah ini hanya meneliti tentang pengertian cerpen, ciri-ciri cerpen, unsur intrinsik serta ekstrinsik cerpen, cara menulis cerpen, menentukan hal-hal yang menarik dalam suatu cerpen, dan membandingkan dengan realitas dalam kehidupan.
3.        Tujuan Penulisan :
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
  • Mengetahui pengertian cerpen.
  • Mengetahui ciri-ciri cerpen.
  • Cara menulis cerpen
  • Menentukan hal-hal menarik dalam suatu cerpen
  • Membandingkan dengan realitas dalam kehidupan
BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian cerpen
Cerita pendek (cerpen) merupakan sebuah bentuk karya sastra berupa prosa naratif yang bersifat fiktif. Isinya tidak lebih dari 10.000 kata. Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokohplottemabahasa dan instrinsik secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan parallel pada tradisi penceritaan mulut. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.

Ciri-ciri Cerita Pendek
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya), komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik dan tokoh utama); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.
Karena pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis.
Seperti banyak bentuk seni manapun, ciri khas dari sebuath cerita pendek berbeda-beda menurut pengarangnya.
Adapun yang menjadi ciri khusus cerpen, di antaranya sebagai beikut.
§  Isinya cenderung kurang kompleks
§  Fokus cerita terpusat pada satu kejadian
§  Hanya menggunakan satu alur cerita yang rapat
§  Tokoh dalam cerpen sangat terbatas dan diulas secara sekilas
§  Setting yang digunakan biasanya tunggal
§  Tempo waktunya relatip pendek
§  Menampilkan konflik yang tidak menimbulkan perubahan nasib pada tokohnya.
Dalam cerita pendek terkandung unsur-unsur intrinsik yaitu :
1.      Tema
Tema  yaitu pokok gagasan menjadi dasar pengembangan cerita pendek. Tema suatu cerita mensegala persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan dan sebagainya. Untuk mengetahui tema suatu cerita, diperlukan apresiasi menyeluruh terhadap berbagai unsur karangan itu. Bisa saja temanya itu dititipkan pada unsur penokohan, alur, ataupun pada latar.
2.        Plot atau alur
Plot  yaitu rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama sehingga menggerakkan jalan cerita melalui perkenalan klimaks dan penyelesaian.
Pada umumnya alur terdiri atas beberapa tahap diantaranya:
a.   Pengenalan
Tahap ini menguraikan latar cerita atau penokohan.
b.  Penampilan masalah / konflik
Tahap ini menceritakan persoalan yang dihadapi pelaku cerita. Dalam tahap ini akan terjadi konflik antarpelaku.
c.   Konflik memuncak
Tahap ini menceritakan konflik yang dihadapi pelaku semakin meningkat.
d.   Puncak ketegangan/ klimaks
Tahap ini menggambarkan ketegangan masalah dalam cerita atau masalah itu telah mencapai klimaks/ puncak.
e.   Ketegangan menurun
Tahap ini menceritakan masalah yang telah berangsur-angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
f.   Penyelesaian
Tahap ini menceritakan masalah tersebut sudah dapat diatasi. Pengarang memberikan pemecahan dari semua peristiwa sebelumnya.
3.      Penokohan dan perwatakan
Penokohan yaitu cerita pengarang menggambarkan dan mengembangkan watak para pelaku yang terdapat di dalam karyanya. Untuk mengetahui watak pelaku cerita, perhatikanlah!
a.         Apa yang dilakukan pelaku;
b.         Apa yang dikatakan pelaku;
c.         Bagaimana sikap pelaku dalam menghadapi persoalan;
d.        Bagaimana penilaian pelaku lain terhadap dirinya.
4.      Seting atau latar
Latar yaitu tempat dan waktu terjadinya cerita. Latar ini berguna untuk memperkuat tema, menuntun watak tokoh, dan membangun suasana cerita. Latar terdiri atas latar tempat, waktu dan sosial.
5.      Sudut pandang
Sudut pandang yaitu posisi pengarang dalam membawakan cerita.
Ada beberapa macam sudut pandang ata bercerita.
a.    Sudut pandang orang pertama
Pengarang memakai istilah “aku” untuk menghidupkan tokoh, seolah-olah dia menceritakan pengalamannya sendiri.
b.   Sudut pandang orang ketiga
Pengarang memilih salah seorang tokohnya untuk menceritakan orang lain. Tokoh yang diceritakan itu disebut “dia”.
c.   Sudut pandang pengarang sebagai pencerita (objective point of view)
Pengarang hanya menceritakan apa yang terjadi, seolah-olah pembaca menonton pementasan sandiwara. Pembaca hanya bisa menafsirkan cerita berdasarkan kejadian, dialog, dan perbuatan para pelakunya karena pengarang tidak memberikan petunjuk atau tuntunan terhadap pembaca.
d.   Sudut pandang serba tahu (omniscient point of view)
Pengarang seolah serba tahu segalanya. Ia dapat menciptakan apa saja yang diperlukan untuk melengkapi ceritanya sehingga mencapai efek yang diinginkan. Pengarang bisa mengomentari kelakuan para pelakunya dan dapat berbicara langsung dengan pembaca.
6.      Amanat
Amanat  yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya kepada pembaca atau pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, kritik dan sebagainya.
Unsur ekstrinsik pada cerpen
1.   Latar belakang pengarang
Kehidupan pengarang dan kejiwaannya berpengaruh terhadap proses penciptaan karya sastra.
2.   Aspek-aspek sosial politik
Situasi sosial politik seperti masalah ekonomi, budaya, dan pendidikan akan berpengaruh terhadap karya sastra.
3.   Hasil pemikiran manusia atau masyarakat
Hasil pemikiran manusia, baik berupa ideologi, filsafat, maupun pengetahuan lain juga berpengaru terhadap karya sastra. Kedekatan sastrawan dengan Tuhan, misalnya, akan melahirkan karya sastra yang sarat dengan pesan religius.
4.   Semangat zaman, atmosfer, atau iklim tertentu
Semangat zaman yang dimaksud disini menyangkut masalah aliran seni yang digemari pada saat itu. Hal lain yang juga termasuk unsur ekstrinsik yakni pengaruh sastra asing.
Cara Membuat Cerpen
Setiap pembuatan karya sastra yang berbentuk prosa tentu tak akan pernah terlepas dari yang namanya unsur intrinsik. Baik itu membuat novel atau pun membuat cerpen. Nah, pada bahasan ini penulis akan menyajikan bahasan tentang cara atau langkah membuat cerpen.
Cerita cerpen bisa dalam berbagai jenis, namun langkah dasar pembuatannya memiliki pola dasar yang hampir sama, yakni menampilkan suatu keadaan yang harus dihadapi tokoh atau pelaku, kemudian perlahan-lahan muncul sebuah masalah atau konflik yang pada akhirnya akan mencapai puncaknya, setelah itu konflik akan mulai mulai mereda dan masalah pun bisa diselesaikan pelaku.
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dipahami dan diperhatikan ketika Anda hendak membuat sebuah cerpen.
1.      Tema. Setiap tulisan yang dibuat tentu harus memiliki arti atau pesan yang tersirat agar hasilnya bisa dinikmati. Untuk itu, Anda memerlukan sebuah tema yang berfungsi sebagai tali penghubung antara awal cerita dan akhir cerita. Apapun yang ingin Anda tulis, usahakan selalau berkaitan dengan tema ini.
2.      Tempo Waktu. Tempo waktu penceritaan dalam sebuah cerpen sangatlah pendek, yakni hanya dalam hitungan hari atau bahkan hitungan jam. Tempo yang singkat ini biasanya berupa gambaran tentang satu kejadian yang dialami atau terjadi dalam kehidupan tokoh utama. Usahakan agar tema yang Anda angkat tadi bisa dimunculkan dalam kejadian yang dialami si tokoh.
3.      Setting. Ingat setting dalam cerpen ini bersifat tunggal, jadi Anda harus pintar dalam memilih setting. Usahakan agar setting yang dipilih itu cukup familiar dengan calon pembaca agar mereka pun bisa merasakan suasana cerita melalui setting yang Anda pilih tadi.
4.      Penokohan. Tokoh dalam cerita pendek sangatlah terbatas dan itu pun hanya dibahas sekilas, jadi jangan terlalu banyak menyertakan tokoh dalam cerpen. Satu sampai dua tokoh rasanya sudah sangat cukup sehingga efektivitas cerita tetap terjaga.
5.      Alur. Alur ini akan sangat menentukan menarik tidaknya sebuah cerita. Munculkan alur yang baik di awal paragraf cerpen Anda agar pembaca merasa tertarik dan penasaran untuk mengetahui kelanjutan cerpen yang Anda buat.
6.      Baca Ulang. Sebelum mempublikasikan cerpen yang Anda buat, sebaiknya Anda membacanya terlebih dulu. perhatikan penggunaan tanda baca dan tata bahasa yang Anda pakai. Jika dua hal ini Anda abaikan, bukan mustahil cerita yang menarik sekalipun akan kehilangan maknanya karena pembaca sudah lebih dulu terpengaruh oleh format penulisan yang tidak rapi.

Langkah langkahnya antara lain :
§  Pilih titik narasi sudut pandang cerita pendek. Anda dapat menulis kisah sebagai dalam salah satu karakter (orang pertama), atau sebagai narator terpisah yang menyajikan hanya satu pikiran karakter dan pengamatan (orang ketiga yang terbatas), atau sebagai narator terpisah yang menyajikan pengalaman dan pengamatan dari beberapa karakter (orang ketiga yang mahatahu). Titik pertama-orang pandang akan mengacu pada karakter sentral sebagai ‘aku’ bukan ‘dia’ atau ‘dia’.
§  Pengembangan dan kekuatan dari sudut pandang narasi, akan menentukan jalan cerita. Tentu saja sudut pandang orang ketiga akan lebih leluasa mengeksplorasi si tokoh dan bagaimana penokohan berlangsung, namun akan kehilangan greget dalam proses pencarian jati diri.
§  Buat protagonis, atau karakter utama. Ini harus menjadi yang paling berkembang dan biasanya karakter paling simpatik dalam cerita.
§  Buat masalah, atau konflik, atau sudut kerja bagi protagonis. Konflik dari cerita pendek harus mengambil salah satu dari lima bentuk dasar: orang vs orang, orang vs dirinya sendiri, orang vs alam, orang vs masyarakat, atau orang vs Tuhan atau nasib. Jika Anda memilih konflik orang vs orang, membuatnya antagonis untuk melayani mereka yang protagonis maka harus ada pertentangan yang fair.
§  Menetapkan karakter terpercaya dan pengaturan, dengan deskripsi yang jelas dan dialog, untuk menciptakan cerita di mana pembaca akan peduli.
§  Membangun ketegangan cerita pendek dengan memiliki tokoh protagonis yang die hard, mati matian, bahkan menglami beberapa usaha yang gagal untuk memecahkan dan mengatasi masalahnya sendiri.
§  Menciptakan krisis yang berfungsi sebagai kesempatan terakhir bagi protagonis untuk memecahkan masalah nya.
§  Menyelesaikan ketegangan dengan membuat protagonis lolos dari lubng jarum melalui, kreativitas keberanian intelijensia, atau atribut positif lainnya. Hal ini biasanya disebut sebagai klimaks cerita.
§  Memperpanjang fase resolusi, jika Anda suka, dengan merefleksikan tindakan dari cerita dan signifikansinya dengan karakter atau masyarakat.

Cara Menulis Analisis Kritis dari Cerita Pendek

Sebuah analisis kritis perlu pada cerita pendek dan menunjukkan bahwa yang “tersembunyi” pesan yang menyebalkan dari penulis dapat diterjemahkan dan menentukan apakah itu jelas disampaikan. Hal ini baik merasangsang keingintahuan para siswa sekolah agar bisa mengasah cerita versi sendiri. Nah langkahnya :
1.      Putuskan apa makna dari cerita yang dibaca. Kesesuaian fakta di dalamnya. Karakter yang masuk akal, dan sejenisnya.
2.      Cerita pendek umumnya bertujuan untuk membangkitkan tanggapan emosional tunggal dalam pembaca. Apa gunanya penulis mencoba membuat konflik untuk pembaca?
3.      Menganalisis unsur-unsur sastrawi dari cerita. Pelajari tema, karakter, setting, plot, konflik, nada, sudut pandang, dan ironi untuk petunjuk tentang bagaimana penulis mencoba untuk membuat maksudnya. Apakah karakter memiliki kelemahan yang pembaca bisa telanjangi? Apakah konflik muncul melalui kesalahpahaman? Siapa yang menceritakan cerita dan bagaimana peristiwa diubah dari perspektif ini? Jika cerita itu mengandung ironi, menunjukkan bagaimana kaitannya dengan makna cerita.
4.      Gunakan kutipan dari cerita pendek untuk mendukung ide. Tunjukkan bagian-bagian yang menunjukkan makna penulis seperti yang terungkap. Mungkin karakter nya cenderung manipulatif. Atau karakternya gagal, sembrono, tidak masuk akal. Kutipan dialog dari karakter lemah, menunjukan ambisi kolot penulis yang sok tahu dsb.
5.      Jadilah kritis dan menilai cerita pendek. Di sinilah pendapat si penulis dihitungi. Jika penulis disampaikan berarti baik dan konsisten, katakan demikian. Jika kejelasan yang kurang atau makna yang tersesat di tempat-tempat, yang kurang penjelasan. Dari sini pula Anda bisa melakukan komparasi dengan hasil karya lainnya. Apalagi bila sisi kritis itu dibarengi dengan tanya jawab pada launching buku di suatu tempat. Jangan pernah ragu untuk menghancurkan karya orang lain, karena hal itu akan membangkitkan semangat penulisan berkualitas di tengah masyarakat. Anda tidak berdosa kepada pengarang, namun malah membantunya untuk semakin maju.
6.      Menyatakan kembali ide-ide Anda secara singkat dengan meringkas paragraf sebelumnya dari resume penulisan. Apa yang orang lain tuliskan itulah bahan senjata Anda. Bagi kritikus, peluru yang dilontarkan bukan ide di luar penulisan, tetapi isi penulisan itu sendir.

UNSUR INSTRINSKNYA
Tema                                       : Kisah percintaan
Latar                                       : kolam renang SJT, taman
Waktu                                     : pagi hari dan malam hari
Suasana                                  : tegang, bahagia, romantis
Tokoh                                     : Fiona baik, pemalu, setia
Alfi                                         : baik, romantis, setia
Eliz                                         : baik,
Alur                                        : Alur Maju
Sudut Pandang                       : Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama
Penyelesaian                           : Bahagia (happy ending)
Amanat                                   : Masa remaja, memang masa-masa yang indah dan jika kita merasakan cinta terhadap lawan jenis, harus tau batasanya dan jika berpacaran harus secara sehat.
Unsur Ektrinsik Nilai  :
Budaya                                   :  sebagai perempuan kita dilarang pulang terlalu malam
Moral                                      :  kita sebagai generasi bangsa, jika berhubungan dengan lawan jenis harus bisa jaga jarak atau berpacaran secara sehat.
Kerangka Cerita :
Hari minggu pagi Fion dan Eliz pergi ke kolam renang SJT.
Fion merasa aneh terhadap hati kecilnya.
Saat membeli makanan Fion di tabrak seorang cowok
Fion berkenalan dengan seorang cowok bernama Alfi
Alfi mengajak Fion untuk jalan di malam hari
Alfi menyatakan cinta kepada Fion dan Fion menerima cinta Alfi
Sampai sekarang Fion dan Alfi masih bersama.



CINTA SEJATI FIONA

Matahari telah bangun,menandakan hari yang cerah akan dimulai.Hari ini adalah hari minggu.seperti minggu-minggu biasanya,aku selalu ada waktu untuk berenang.Ya,itulah hobiku sejak kecil.Namaku Fionada sieny sabastian,yang akrab di panggil fion.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 07.30.Itu berarti saatnya aku dan temen dekatku pergi berenang.Oo,,iya eliz anindia putri itulah temen yang aku  maksud.Aku biasa memanggilnya eliz,itu udah panggilan sejak kecil.
“hay el,,dah siap berangkat?”tanyaku saat menepuk bahunya.”lets’go sobat,,”.
Tak terasa aku dan eliz dah nyampek di SJT Swimming Pool,itu tempat yang akan aku lalui agenda hari ini.
Tapi kenapa hari ini ada yang aneh tentang hati kecilku.Apa,,gara-gara aku baca ramalan bintang yang mengungkapkan bahwa hari ini aku akan menemukan cinta sejati yaaaa,.!Mungkin ini hanya perasaanku yang terlalu percaya dan berharap mendapatkan cinta sejati.
Tak lama kemudian aku selesai berenang dan bergegas mencari makan.”eem,fion aku minta tolong ya,nitip baksonya 1 mangkuk,” celoteh ely menyuruhku tanpa sungkan dan masih terus melanjutkan berenang nya.”ya deh aku beliin,”.”makasih teman”.
Akupun terus berjalan menuju tempat untuk membeli makanan.
Bruuuuhg diriku tersungkur ke tanah,.”aduuuhg gimana sich ni orang.Punya mata di pakai buat lihat dong”sambil melotot aku marah-marah pada cowok yang sengaja atau tidak mendorongku dari belakang.”maaf neng gak sengaja,.mana tanganya?”.”buat apa megangin tanganku,sakit tauk”,”diem atuh,mau cepat sembuh gak lukanya?”Akupun hanya menganggukan kepala untuk menjawab.Tak ku sangka,ternyata cowok ini baek juga,cakep lagi kataku dalam hati.”gimana,udah gak kesleo lagikan tanganmu?,oyaa,,kenalin aku Alfi”sejenak aku terpaku menatap alfi,,”oooh iya makasih,udah gak sakit kok,aku fion”.
Yah inilah awal perkenalanku dengan alfi,si cowok tampan yang baek hati.Mulai saat itulah aku dan dia saling mengenal satu sama lain,mulai dari tukeran no hp,hingga jalan bareng.
Pada suatu ketika Alfi ngajak aku jalan di malam hari,tepat nya malam minggu.Gak tau kenapa,hati kecilku sangat bahagia.Apakah ini bertanda kalau dia emang pangeran yang akan memberiku cinta sejati???Heeehe Berharap banget.
Kring kring kring,,hp ku berbunyi dengan lantangnya.”ea hallo,ada apa al,kita jadi jalan yaa???”.”hallo juga,ya ntar aku jemput jam 7 dirumah kamu.”,”ukeey aku tungguin yaa??”.”yaaa,aku mau ngomong sesuatu ntar,””ngomong apa al?”tanyaku sambil penasaran.”rahasia dong,ntar juga tau sendiri,udah dulu yaa bey bey”.”ya dech” aku mulai menutup telepon dengan hati masih seribu pertanyaan.
Kuceritakan saja penasaranku ini terhadap eliz,.
”apa??kamu mau jalan sama alfi?Gak salah denger nich”.”ya el,emangnya kenapa?”.”Gk kok.,waah rasanya bentar lagi ada yang jadian nich,.wahahahaha”.”aaah kamu el bisa aja,eh dah dulu ya aku mau siap-siap buat jalan sama alfi..”. ”ya,good luck teman” eliz menyemangatiku.
Tak terasa jam udah nunjukin pukul 7 tepat,aduh aku grogi banget niich mau jalan sama alfi.AKu udah dandan yang maxi ,karena malam ini malam yang akan aku lewati berdua sama dia.Tok tok tok,aku berlari menuju ke pintu depan.”ech udah dateng kamu al,ayoo masuk”.”Gak deeh,kita langsung jalan aja yuuk”,”Ok’lah kalau begitu”kujawab dengan penuh semangat.
“Kamu mau ngajak aku kemana sich al?”
”ke taman,mau gak” jawabnya sambil menatap mataku.! “ya al,aku mau banget”jawabku dengan terbata-bata.Tak terasa kami pun akhirnya sampai di taman.
“kamu mau pesan apa fi,?”.”eem,aku ngikut aja dech”.”yaudah kita makan pisang bakar aja yaa!”.anggukan kepala menandakan jawaban setuju.Tak berapa lama pesanan kami telah tiba.”ayo dimakan fi”. “ya,kamu aja duluan.malez nich”.Tiba-tiba saja tangan alfi langsung nyuapin akun makan.OMG rasanya seperti melayang di angkasa.Aku hanya terdiam menikmati ini semua,dengan pemandangan yang sangat indah ditaburi ribuan bintang dilangit.Tak henti-henti nya,mata kami saling bertatapan.
Tak terasa,makanan kami pun telah habis.Malam ini sungguh malam yang indah yang pernah ku lalui bersama dengan Alfi. Sebenarnya diam-diam aku mulai menyukai dan menyayangi Alfi.
Tangan Alfi mulai memegang tanganku,aku sungguh terkejut.”fion,sebelumnya aku minta maaf,telah lancang memegang tanganmu.aku sayang dan cinta banget sama kamu fi,udah lama aku memendam perasaanku ini.Aku mohon fi,kamu mau yaaa jadi pacarku,pendamping hidupku mulai dari sekarang untuk selamanya”.Seketika tubuhku lemah tak berdaya,perasaanku bercampur jadi Satu.Tak menyangka,kalau dia begitu cepat ungkapin ini.
“benarkah al,kamu mencintai aku?”,”serius fi,aku sejak pandangan pertama udah mulai ada rasa sama kamu.Pliis jangan nyaktin aku,kalau kamu juga cinta sama aku,tolong jawab sekarang”.”al,mafin aku.Aku gak bisa nolak kamu,aku sejak pertama ketemu sama kamu,aku juga udah mulai ada rasa”.”serius fi,sumpah aku bahagia banget malam ini”.Anggukan kepalaku menjadi jawaban kalau aku nerima dia jadi cowokku.Alfi pun memeluk ku dengan erat.Oooh terimakasih tuhan,engkau benar-benar mengirimkan seorang pangeran untukku.Akhirnya cintaku tidak bertepuk sebelah tangan dan Alfi beneran jadi kekasihku.
Balutan angin malam ,ribuan bintang dilangit, menjadi saksi awal kisah percintaaanku dengan Alfi.Akhirnya aku pulang diantar kekasihku Alfi,karena dia takut kalau terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi padaku. Kamipun bergegas untuk pulang,karena waktu telah menunjukkan pukul 8 anak gadis tidak baik pulang terlalu malam.
Sinar matahari pagi mulai menyinariku di dalam tempat peristirahatan.Tak terasa,malam telah berganti pagi.Dan sepertinya kejadian tadi malam masih begitu teringat di hati dan otak ku.Kejadian yang seperti mimpi panjang bagiku.
Tak henti-hentinya aku memikirkan Alfi.Sudah jelas-jelas dia menjadi pacarku.Dari tadi aku hanya memikirkan dia seorang. Kriing kriing kring,suara hp ku berbunyi,membangunkan ku dari khayalanku tentang kejadian semalam.”haloo al,ada apa?tumben pagi-pagi udah telpon”.”gak boleh ya fi,aku kan kangen sama kamu sayang”.Ooh,dia memanggilku sayang,pikirku dalam hati.”gak apa-apa kok al,aku juga kangen sama kamu,eh semalem kamu lagi gak bercanda  kan??”. “sumpah enggak deh fi,aku beneran sayang sama kamu.Hari ini kita udah resmi pacaran.”
Hari-hari kulalui bersama dengan Alfi.Hingga tak terasa hubunganku dengan ia semakin erat saja.Bak perangko dengan amplop,sungguh tak dapat di pisahkan.Orang renta kami pun juga telah mengetahui relasi kami.Dan syukurlah mereka menyetujui hubungan ini.Karena kami pun berpacaran dengan sehat.Saling mendukung  satu sama lain. Akhirnya cerita cintaku ini berakhir dengan senang.Hingga ketika ini kami pun masih bersama dalam satu cinta.

BAB III
PENUTUP
1  Simpulan
Berdasarkan uraian pembahasan di atas maka penulis menyimpulkan bahwa cerpen merupakan jenis karya sastra modern yang dihasilkan dan berkembang dalam kehidupan masyarakat modern. Cerpen (cerita pendek) ialah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia, yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan. Selain itu cerpen memiliki unsur intrinsik dan juga unsur ekstrinsik.
2  Saran
Saran-saran yang ingin disampaikan penulis dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.        Dalam mencari unsur-unsur cerpen kita harus membaca cerpen dengan sekasama dari awal hingga akhir cerita.
Dalam penulisan cerpen kita harus menentukan langkah-langkah menyerupai menentukan 

Subscribe to receive free email updates: